Sabtu, 17 Januari 2026

Selasa, 14 Oktober 2025

REFLEKSI BACAAN INJIL LUKAS 11 : 37-41

Bacaan Injil : Luk 11 : 37-41

*Berikanlah sedekah dan semuanya menjadi bersih*


Kata kunci : 

1. Yesus di undang makan

2. Seorang Farisi mengundang Yesus untuk makan.

3. Orang Farisi heran melihat Yesus tidak mencuci tangan

4. Membersihkan cawan dan pinggan luar vs membersihkan bagian dalam


Bahan Refleksi singkat:

1. Yesus di undang makan

Setiap diri kita senang dan berharap di undang makan, betul? namun kali ini berbeda , saya menangkap pesan bacaan Injil hari ini betapa senang nya kita bila bisa mengundang makan seseorang atau banyak orang, pasti Anda pernah merasakan bahagia nya bila bisa memberi makan orang tua, saudara, bahkan teman-teman atau orang yang mengalami kesusahan, tidak harus makanan yang wah, mewah makanan sederhana pun cukup yang penting jangan makanan sudah basi ya hehehee,  yang penting kerelaan hati kita untuk memberi. 

Ketika kita mengundang makan atau memberi makan/minum seseorang sebenarnya mengandung makna yang mendalam apa itu? Ya, tanda syukur. Kerelaan memberi makan dengan tulus tanpa mengharap pujian, terima kasih maka sebenarnya kita sedang mengungkapkan tanda syukur. Puji Syukur karena kita semua masih di berikan kesehatan, kelimpahan kasih suka cita dari Allah Tritunggal Maha Kudus walaupun di beri banyak, sedikit rejeki ataupun secara ekonomi pas-pas an tetap bisa bersyukur.  

Bukan kah,  itu yang di harapkan dari seluruh isi bible hendak nya kita semua bersyukur,  menyadari akan karya keselamatan Allah melalui *Karya Penyaliban dan Kebangkitan Yesus


Oh iya lagi rame ya di media online *Apakah Penyaliban Yesus rancangan Ibllis atau rancangan Allah?* nah terkait ini nanti kita bahas lain kesempatan ya. 


2. Seorang Farisi mengundang Yesus makan

Pertanyaan buat kita semua, apa maksud orang Farisi mengundang Yesus makan? Apakah bentuk ungkapan tanda syukur? atau ada alasan lain? 

Kalo melihat isi bacaan maka jawab nya : ya, maksud orang Farisi mengundang makan Yesus bukan ungkapan tanda syukur  ataupun mau belajar dari Yesus. Terlihat dari pernyataan Orang Farisi yang mengkritik cara  Yesus makan , jadi terlihat kesan orang Farisi mengundang makan untuk mencari-cari kesalahan Yesus. 

Hal ini juga bisa di lihat dari ayat Lukas 11 : 53-54  : " Dan setelah Yesus berangkat dari tempat itu, ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi terus-menerus mengintai dan memberi banyak pertanyaan " Di sini mereka terkesan sedang mencari kesalahan apa yang di ucapkan Yesus sebagai bukti untuk menjatuhkan tuduhan. 


3. Orang Farisi heran melihat Yesus tidak mencuci tangan. 

Menurut tradisi Yahudi dan Talmud orang harus mencuci tangan sebelum makan dengan maksud dan tujuan menghindari najis, menjaga kesucian dan membersihkan tubuh dan untuk menghormati Tuhan. Pertanyaan nya : Apakah Yesus  tidak tahu aturan tradisi atau sengaja melakukan itu? 


Yesus bukan nya tidak tahu aturan atau hukum tradisi Yahudi karena banyak kisah atau bacaan dalam bible Yesus sangat paham hukum tradisi dan sangat menghormati salah satu contoh ketika Yesus menyuruh 10 orang kusta bertemu para Imam ( Lukas 17 : 11 - 19 ) . Yesus mau 10 orang kusta yang sembuh bertemu para Imam untuk menjalani ritual pembersihan dan dengan ini berarti status sosial dan keagamaan nya di pulihkan, ini membuktikan bahwa Yesus tahu, paham dan menghormati hukum atau aturan tradisi Yahudi. 


4. Membersihkan cawan dan pinggan luar vs membersihkan bagian dalam

Yesus sengaja tidak mencuci tangan karena Yesus mau mengajarkan ke semua orang termasuk orang Farisi dan Para Ahli Taurat bahwa lebih penting dan utama adalah kesucian hati dan perilaku, bukan hanya ritual mencuci tangan (Matius 15:1-20, Markus 7:1-23). Yesus ingin menunjukkan bahwa kesucian dan kebersihan tidak hanya dapat dicapai melalui ritual, tetapi juga melalui perilaku dan hati yang baik.

Hal ini cukup relevan saat ini ketika banyak orang sibuk melayani sana-sini di Gereja tapi hatinya kosong, perbuatan baik hanya supaya di lihat orang,  mendapat pujian , mudah marah dan tersinggung , suka membicarakan keburukan orang lain , menjadi aktivis gereja merasa diri paling benar tidak suka menerima kritikan, dll. Padahal yang lebih utama selain prilaku baik juga  kemampuan untuk menahan diri , tidak mudah terpancing dan inilah salah satu bentuk melayani dengan tulus, penuh kasih sukacita. 

Demikianlah refleksi bacaan Injil hari ini , mungkin teman-teman punya refleksi yang berbeda yo wes silahkan share untuk memperkaya iman spiritualitas, kita belajar dan bertumbuh iman bersama demi kemulian Allah Bapa Tritunggal Maha Kudus. 


Doa : 

Ya Allah Bapa Tritunggal Maha Kudus terima kasih atas hari baru yang kami alami baik  naik-surut nya kehidupan, kami boleh alami iman bertumbuh bersama teman-teman seiman, bersyukur masih di beri napas, tubuh yang masih berfungsi dengan normal terutama pikiran dan semangat untuk selalu memuliakan nama Mu melalu kerelaan hati untuk berbagi kepada sesama..utuslah Roh Kudus mu untuk membawa pencerahan dalam setiap perilaku, ucapan, keinginan untuk mewartakan kasih Mu..Amen. 












Senin, 11 Agustus 2025

Dear ALL Friends..Shaloom...semangat pagiii..Tuhan berkati kita semua..AMEN.

 

Dear All Friends, Salam semangat pagi selalu sehat ceria..berkah dalem..AmenπŸ™πŸ˜‡

Pertanyaa Refleksi :

  • PENDERITAAN SALIB YESUS  APAKAH INI UJIAN-COBAAN?
  • KARENA YESUS TELAH BANGKIT APAKAH INI BERARTI YESUS LULUS UJIAN?
  • KARENA YESUS LULUS UJIAN MAKA MANUSIA YANG TELAH MENGALAMI HIDUP BARU TIDAK LAGI MENGALAMI UJIAN SALIB?
Mari kita bahas, berikut perspektif  saya , mungkin teman-teman tidak setuju dengan saya atau memiliki perspektif lain yo wes silahkan renungkan sendiri, semoga tulisan ini menjadi pemicu atau penyemangat teman-teman untuk senantiasa merenungkan Firman Tuhan :

Teman-teman yang budiman, Kita jangan terkecoh dengan istilah UJIAN-COBAAN dengan  PENDERITAAN SALIB.


Ujian-Pencobaan yang Yesus alami itu bukanlah Penderitaan Salib 

Ujian atau pencobaan yang Yesus alami itu adalah ujian atau pencobaan di padang gurun selama 40 hari.


Siapa yg mencobai Yesus?

Jawab: Iblis, murni iblis 100 % tidak ada keterlibatan atau atas ijin Allah. Karena sifat Iblis ya merusak, mengagalkan rencana Allah untuk keselamatan manusia.  

Ingat : 

Yakobus 1:13 
Mengajarkan kita bahwa pencobaan bukanlah dari Tuhan, "Apabila seorang dicobai, janganlah berkata, 'Pencobaan ini datang dari Allah!' sebab Allah tidak dapat dicobai oleh yang jahat dan Ia sendiri tidak mencobai siapa pun." Dari ayat ini pun kita belajar bahwa pencobaan bersifat jahat dan keluar dari motivasi jahat; Allah adalah sumber kebaikan, itu sebabnya Ia tidak mencobai siapa pun. Jadi, dari sini kita dapat menyimpulkan sebuah definisi pencobaan sebagai situasi yang menghadang langkah hidup kita dan memperhadapkan kita dengan pilihan untuk berdosa.


Memang Ujian/pencobaan menurut Teologi Kristen bisa di lihat seperti ada campur tangan Allah ingat Ujian/ Pencobaan Ayub? Silahkan buka dan baca Kitab Ayub. 


Penderitaan Salib Yesus bukanlah ujian dalam arti yang sama dengan ujian di padang guruna ataupun ujian Ayub.

Penderitaan salib itu bukanlah ujian/pencobaan tapi itu adalah bagian dari rencana Allah untuk keselamatan manusia, di mana Yesus rela menderita dan mati di salib untuk menebus dosa-dosa manusia.

Kalo ada yang bilang Kamu harus di uji dan di cobai sama saja dengan mengatakan bahwa kamu belum lengkap kan Yesus telah mengalamai ujian Salib statement ini menjadi tidak nyambung dengan konteks Yesus di kayu salib dalam rangka menjalankan rencana keselamatan Allah bagi manusia , Penyaliban Yesus bukanlah ujian-cobaan. 


Point :
PENDERITAAN SALIB BUKAN UJIAN-COBAAN


Dalam bible dikatakan Manusia terdiri dari Daging dan Roh.

Ingat Matius 26:41

"Berjaga-jagalah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan: roh memang penurut, tetapi daging lemah." Ungkapan ini menggambarkan kondisi manusia yang memiliki keinginan untuk melakukan hal yang benar (roh yang penurut), namun terhambat oleh kelemahan tubuh atau keinginan duniawi (daging yang lemah). 


Jika demikian darimanakah datangnya pencobaan?

Alkitab mengajarkan bahwa ada dua sumber pencobaan. 

  1. Sumber pencobaan yang pertama adalah iblis.
    Efesus 6:10-12 menjelaskan bahwa kita hidup dalam suasana perang dengan iblis, "Akhirnya hendaklah kamu kuat di dalam Tuhan, di dalam kekuatan kuasa-Nya. Kenakanlah seluruh perlengkapan senjata Allah supaya kamu dapat bertahan melawan tipu muslihat iblis karena perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging tetapi melawan pemerintah-pemerintah, melawan penguasa-penguasa, melawan penghulu-penghulu dunia yang gelap ini, melawan roh-roh jahat di udara." Di sini kita bisa melihat bahwa iblis senantiasa berusaha untuk berperang melawan dan menjatuhkan kita. Itu sebabnya ia akan menggunakan segala cara untuk membuat kita jatuh dan berdosa. Inilah niat jahat iblis.

  2. Pencobaan bersumber dari diri kita sendiri 
    Sebagaimana tercatat di Yakobus 1:14, "Tetapi tiap-tiap orang dicobai oleh keinginannya sendiri karena ia diseret dan dipikat olehnya. Dan apabila keinginan itu telah dibuahi, ia melahirkan dosa; apabila dosa itu sudah matang, ia melahirkan maut." Kadang kitalah yang bertanggung jawab penuh atas kejatuhan sebab keinginan untuk jatuh dan berdosa berasal dari dalam diri kita.


Apakah Sikap dan Tindakan Tuhan sewaktu Kita Dicobai?

1. Tuhan pasti memberi peringatan kepada kita ( nah ini terkait Allah memiliki kuasa intervensi terhadap Free will ). Kepada para murid yang terlalu letih untuk berdoa menjelang penangkapan Tuhan di taman Getsemani, Ia mengingatkan, "Berjaga-jagalah dan berdoalah supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan: roh memang penurut tetapi daging lemah. " (Matius 26:41)


2. Tuhan mendoakan kita; dengan kata lain, Tuhan menyertai dan menolong kita, sebagaimana kita dapat lihat pada ayat berikut ini, "Simon, Simon, lihat Iblis telah menuntut untuk menampi kamu seperti gandum tetapi Aku telah berdoa untuk engkau supaya imanmu jangan gugur. Dan engkau, jikalau engkau sudah insaf, kuatkanlah saudara-saudaramu." (Lukas 22:31)


KESIMPULAN :

Kalo ada statement kita tidak harus pergi ke salib untuk menebus diri kita sendiri,  statement ini menyimpulkan bahwa Yesus sudah mengalami ujian Salib dan lulus dan ini berarti kita tidak lagi melihat diri kita sebagai spesimen yg di uji Allah--> KURANG TEPAT. Karena Penyaliban Yesus adalah rencana Allah untuk keselamatan manusia.

Memang benar, siapapun kita yg ada di dalam Kristus adalah ciptaan baru, akan menerima kelimpahan kasih karunia dan anugerah kebenaran dan ada jaminan keselamatan tempat untuk bersama DIA di surga. Nah ini terkait konteks Penyaliban Yesus.

Tapi ingat kita manusia terdiri dari DAGING dan ROH...dan Manusia yang DAGING ITU memiliki kecenderungan untuk mengalami cobaan dan jatuh..dan untuk itulah kita senantiasa BERDOA untuk tidak jatuh dalam pencobaan-ujian. 

Ingatlah Penderitaan atau permasalahan hidup  yang kita alami bukanlah Penderitaan Salib. 

Kita jangan terkecoh antara Penderitaan Salib dengan  Ujian/cobaan yang yesus alami di padang gurun ataupun cobaan Ayub.

Penderitaan Salib yang Yesus alami adalah rencana Allah untuk keselamatan manusia, Yesus rela menderita, mati di salib dan kemudian bangkit untuk menebus dosa-dosa manusia. 

Makna lebih dalam karena Penderitaan Yesus di Salib itulah manusia memiliki peluang untuk di selamatkan.


Doa : 
Semoga kita semua tahan uji bisa melalui cobaan hidup, bisa melalui permasalahan hidup ini semua bisa terjadi berkat Roh Kudus yang mendampingi untuk kita tetap teguh dalam IMAN, PENGHARAPAN dan KASIH. Amen.


Remember Smile in Christ..
Selamat beraktivitas...Semangaaatt !!!
πŸ’ͺπŸ™πŸ˜‡




NEXT TOPICS :

Pembahasan Lukas 1 : 39-51 bersama BIR Sta. Monica

Info sehat :


PERTEMUAN BIR, Sta. Monica , Wil 2 , Gereja SMI , Topik Pembahasan LUKAS 1 : 39-56

 

PEMBAHASAN LUKAS 1 : 39-56, " MARIA MENGUNJUNGI ELISABETH " 

Perjumpaan dengan Adik-adik BIR adalah perjumpaan yang menyenangkan, hal ini perlu di ketahui adik BIR...berharap hal ini juga menular kepada adik-adik seperti juga yang di contoh kan Bunda Maria sehingga sapaan Bunda Maria kepada Elisabeth membuat Elisabeth bersukacita , terlebih karena anak dalam rahim Elisabeth juga melonjak kegirangan. 

Pertanyaan Refleksi buat adik-adik :

  1. Apa itu Sapaan?
  2. Sapaan dalam bentuk apa saja?
  3. Syarat sapaan itu apa? 
  4. Di balik sapaan Bunda Mara, apa yang membuat Anak dalam rahim Elisabeth melonjak kegirangan
  5. Apakah Adik-adik bisa menemukan pesan apa yang terdapat dalam LUKAS 1 : 39-56 terlebih yang berkaitan dengan SAPAAN BUNDA MARIA dalam kita hidup di tengah masyarakat?

    Silahakan simak video berikut , semoga Adik-adik atau pembaca bisa menemukan pesan tersirat dari pertemuan BIR hari ini, Minggu 10 Agustus 2025. 

    Notes : Trik sulap sebagai pemanis atau variasi agar  pertemuan tidak membosankan


Next Topics : 






Rabu, 06 Agustus 2025

Hello Friends..Shaloom...FREE WILL , KEHENDAK BEBAS APA ITU? APAKAH ALLAH INTERVENSI THDP FREE WILL?

 






Free will atau Kehendak bebas adalah anugerah dari Allah yang di berikan kepada manusia. 

Apa itu Free Will atau Kehendak bebas? dan Apakah Allah memiliki kuasa intervensi terhadap kehendak bebas itu? 

Kalo Allah tidak memiliki kuasa terhadap intervensi kehendak bebas itu berarti apakah ini berarti Allah tidak maha kuasa? 

Kalo Allah itu memiliki kuasa intervensi terhadap kehendak bebas manusia itu , bagaimana kah cara Allah menerapkan kuasa NYA itu? 

Silahkan simak video berikut ini sebagai pelengkap menambah wawasan dari saya sebagai manusia terbatas yang berusaha memahami Allah yang tidak terbatas. 

Semoga video berikut menjadi bahan refleksi buat kita semua. Amen



KESIMPULAN :
Menurut ajaran Kristen, kehendak bebas adalah kemampuan manusia untuk membuat pilihan dan keputusan tanpa paksaan dari luar.

Allah memiliki berbagai cara untuk melakukan intervensi terhadap kehendak bebas itu melalui : 

  • Doa:
    Allah dapat menjawab doa dan mempengaruhi keputusan manusia (Yeremia 29:12-13).

  • Roh Kudus:
    Roh Kudus dapat membimbing dan mempengaruhi keputusan manusia (Roma 8:14).

  • Firman Allah:
    Firman Allah dapat mempengaruhi keputusan manusia melalui pembacaan dan pemahaman Alkitab (2 Timotius 3:16-17).


Doa :
Allah Bapa Tritunggal Maha Kudus terima kasih atas penyertaan mu sepanjang hari ini, esok dan akan datang. Penyertaan mu melalu Roh Kudus agar selalu mengarahkan hati-pikiran ku untuk memiliki kehendak bebas pada kebaikan kepada Kasih Yesus contoh teladan Kesetiaan, Pengorbanan Kasih, Kesabaran dan 

Ads :

Dampak Radiasi Elektromagnetik bagi kesehatan jantung dan penyebab diabetes